Laman

Sabtu, 28 November 2015

Man Jadda Wajada

Man Jadda Wajada


Anda pasti pernah mendengar kata “Man Jadda Wajada”. Sebuah kalimat yang dipopulerkan oleh Ahmad Fuadi melalui novelnya yang berjudul Negeri 5 Menara. Sebuah kisah yang sarat dengan nilai-nilai persahabatan, keyakinan dan kerja keras, serta menasbihkan betapa dahsyatnya sebuah kekuatan mimpi.
Kalimat ajaib berbahasa arab ini bermakna ringkas tapi juga tegas “Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”. Kata mutiara sederhana yang sangat kuat dan terus menjadi kompas kehidupan bagi manusia yang haus akan motivasi. Pertanyaannya adalah sejauh mana kita sudah mengaplikasikan pepatah ini dengan sungguh-sungguh. Karena banyak yang sudah tahu tapi masih sedikit yang mengaplikasikannya.
Jika kita bersungguh-sungguh akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan, akan selalu ada jalan untuk memecahkan setiap permasalahan. Potensi pikiran, hati dan tubuh kita sangat cukup untuk mengatasi masalah yang kita dihadapi. Semua orang memiliki potensi yang sama, yang berbeda adalah sejauh mana kita menggunakan potensi tersebut dan sejauh mana kita membumikan Man Jadda Wa Jada dalam hidup kita.
Lalu bagaimana cara membumikan Man Jadda Wa Jada dalam hidup kita? Berikut sedikit kata motivasi yang mungkin berguna bagi kita semua :
  1. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan dapat mengalahkan rasa malas yang menghambat kita untuk bertindak
  2. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan senantiasa mencari cara mengatasi rintangan dan halangan yang dihadapi
  3. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan berusaha melengkapi kekurangan dan tujuan besar hidup kita
  4. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan terus-menerus belajar untuk menuju kesuksesan
  5. Jika kita bersungguh-sungguh, kita tidak akan mudah berhenti untuk terus berpikir kreatif, mencoba dan mencoba sampai kita menemukan jalan yang tepat
  6. Jangan salah berpikir, ternyata sukses itu lebih mudah ketimbang gagal, karena hanya orang yang gagal lah yang faham benar arti sebuah kesuksesan
Bersungguh-sungguh bukan berarti harus selalu bertampang serius. Tapi, keseriusan yang memancarkan nilai-nilai ketenangan dan bijak dalam bertindak. Bersungguh-sungguh bukan berarti dilarang untuk bercanda, karena bercanda sendiri adalah bagian dari hidup Rasulullah SAW. Beliau pernah mencandai nenek tua tentang keberadaannya di surga. Dengan para sahabat, Rasulullah juga kerap bercanda, tapi sebuah candaan yang tetap tidak terlepas dari esensi kebenaran dan pelajaran tersirat yang menyimpan beraneka hikmah.
Bersungguh-sungguh, itulah kunci untuk bisa bersaing dengan zaman dan bisa memenuhi kebutuhannya. Sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk terus mengungkung dirinya dalam keseriusan bekerja, beramal, dengan tujuan utama mencapai ridho Allah SWT.
Sahabatku, sekarang bukan waktunya lagi untuk berhura-hura dan bernostalgia. Kini saatnya  bersungguh-sungguh dalam setiap bidang yang kita dalami, agar cita-cita tidak hanya berada dalam penjara dan angan-angan belaka. Ingatlah selalu Man Jadda Wajada.